Archive for Februari 22nd, 2008
Intelligent System Research Group
no, what do you own the world?
How do you own disorder, disorder,
Now, somewhere between the sacred silence,
Sacred silence and sleep,
Somewhere, between the sacred silence and sleep,
Disorder, disorder, disorder.
- Toxicity, System Of A Down
Hari kamis kemaren adalah pertemuan pertama dari mata kuliah Intelligent System. Mata kuliah yang saya anggap angker. Dan kebetulan di ampu (di ajar) oleh dosen yang “angker” juga. Sebelumnya saya sebenarnya pengen menghindar dari dosen teresebut, tetapi karena dua kelas beliau semua yang mengajar ya apa boleh buat. Kenapa mata kuliah ini angker?because its all about mathematics and stuff. Bayangin aja gimana kedernya waktu mendengarkan penjelasan beliau mengenai integral tingkat 10. Im really suck at math dan mata kuliah ini bakal jadi mimpi buruk bagi saya.
Setelah beberapa menit pembukaan dan overview mengenai machine learning, neural network dan review paper beliau, ada sesuatu yang benar benar baru saya dengar sepanjuang sejarah perkuliahan saya. Pak Rully Soelaiman, dosen saya ini menawarkan untuk membagi kelas Intelligent System menjadi dua. Kelas reguler dan kelas riset. Klo yang kelas reguler kuliahnya biasa aja, klo yang kelas riset kuliahnya modelny mirip dengan kuliah s2. Setiap mahasiwa diberikan sebuah paper, dan sepanjang kuliahnya itu isinya mbahas paper, presentasi, bikin proposal riset dan segala macem. Dan yang jelas materi papernya gak jauh jauh dari Intelligent System ini. Setelah itu dibagikan kertas pendaftaran, yang tertarik tanda tangan di kertas itu.
Saya tanda tangan di kertas itu. Nekat? Yap!! Ini kontrak mati saya dengan Pak Rully. Seperti yang pernah saya ceritakan pada postingan sebelumnya, seumur hidup saya menghindar dengan sesuatu yang berbau matematis. Ada gejala kejang kejang mirip epilepsi setiap kali saya melihat rumus dan macem macemnya. ketika dihadapkan dengan pilihan seperti ini? apakah saya akan terus lari? Nggak, saya memilih buat stand up and take the stake. Sampai kapan saya harus lari? dan ini kesempatan buat saya untuk melihat sejauh mana sih batas kemampuan saya. Dan saya memprediksikan bakalan berdarah darah di kelas ini, im going to walk thru hell. Saya juga pengen liat, sejauh mana saya bisa bertahan dari hentakan gelombang otak melihat rumus rumus neural network yang bejibun.
Kelas riset masih mulai sekitaran 2 minggu lagi. Masih ada waktu buat mempersiapkan mental, tapi sudah terlambat untuk mundur. Sementara ini masih asyik baca baca masalah SOA, thanx to mas Joni Farizal. Ada yang sempet nanya, “Gak jadi E business mbel?” wekekekek kayaknya masih pur, ini kan riset. Dan buat informasi aja, kelas riset cuman sekitar 20 an orang. Hmm kayaknya kita butuh nama deh buat ini. Ada yang punya usul?
Segitu deh laporannya. Tetep semangat!!!
: )
10 comments Februari 22, 2008
Band : Efek Rumah Kaca
Resensi lagi nih temen temen. Yang akan kita kupas kali ini adalah band indie yang sampe sekarang saya belum ngerti gimana , berapa dan kayak apa personelnya. Pertama tau band ini waktu baca majalah HAI beberapa bulan yang lalu. Disitu ada wawancara dengan Arian 13 , frontman dari Seringai. Si arian ini memasukkan Efek Rumah Kaca sebagai salah satu album lokal yang dia recommend bwat beli. Dan inilah artwork dari album Efek Rumah Kaca

gloomy banget!
Karena gak nemu lagunya, akhirnya jadi kelupaan deh. Lalu beberapa hari yang lalu teman saya yang paling jadul satu ini , berkata pada saya “Mbel, tau Efek Rumah Kaca? keren low”. Hmm, selera musik si Margaretty Pitranella Naolin ini ternyata keren juga. Dandanan jadul, selera musik gaul!!! (hehehe, no offense ret!!). Dan setelah ubek ubek file server , akhirnya menemukan satu file mp3 di Desktop kompie himpunan. Lagu Cinta Melulu dari Efek Rumah Kaca.
Asyik!! Kata pertama yang saya bisa asosiasikan untuk single pertama dari Efek Rumah Kaca. Berkesan alternatif banget, soundnya menurut saya se iman dengan Kaimsasikun, Travis dan mungkin sedikit terdengar seperti Salvationnya Cranberries. Yang jelas, this is not another Indonesian love song. Malah sebaliknya, lagu ini nyindir deretan band band indonesia yang mengibarkan bendera dengan modal lagu cinta yang menye menye. Salut buat band yang satu ini. Jadi inget waktu masih seneng senengnya ngeband indie (Scientist Oracle! miss you guys!!).
Oke sekarang mari kita nyanyi sama sama. Semangat buat musik indonesia.
Cinta Melulu – Efek Rumah Kaca
Nada-nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semuanya begitu kliseElegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu benarOh oh…
Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayuElegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu benarOh oh…
Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayuOh oh…
Apa memang karena kuping melayu
Suka yang sendu-senduLagu cinta melulu….
Sama seperti retty, saya jadi suka nyanyi lagu ini waktu naek motor. Another song that stuck in my ear.
Semangat temen temen
: )
43 comments Februari 22, 2008
3 Bidang Minat
Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayu
-Cinta melulu, Efek Rumah Kaca
Tiga, angka yang menurut saya unik. Dan entah kenapa dekat sekali dengan kehidupan kuliah saya akhir akhir ini. Sekarang saya semester 6, 3 x 2 = 6. Semua mata kuliah yang saya ambil semester ini bobotnya 3 sks. Yang paling angker, semester ini adalah waktunya untuk memilih satu diantara 3 bidang minat untuk menentukan arah tugas akhir yang niatnya mulai saya cicil semester ini.
Berasa seperti jaman jaman milih jurusan pas SPMB dulu. Bedanya klo dulu jaman SMA kecenderungannya milih supaya bisa masuk. Klo pada kasus saya kali ini, memilih kecenderungannya untuk bisa segera keluar dari kampus yang sudah mulai laknat ini. Dan bagi mahasiswa SI seperti saya ini, its the time to choose my destiny. Untuk itu saya sedikit mereview the choice of three ini. Dibawah ini adalah bidang minat yang ada di SI ITS.
9 comments Februari 22, 2008



