Monk : Detektif Paranoid

April 23, 2008

Dian Dia untukku bukan untukmu
Dian Dia milikku bukan milikmu
Pergilah kamu jangan kau ganggu
Biarkan aku mendekatinya
- Dian Dia Millikku, Yovie Nuno

Di tengah himpitan tugas, kegiatan himpunan dan buruh koding di kantor (Cplash!! Suara pecut terdengar) beberapa hari ini saya menyempatkan untuk ubek ubek server hiburan di jaringan intranet kampus terknologi tercinta ini. Ada beberapa film yang cukup menarik untuk ditonton saya temukan. Dan yang paling menerik perhatian saya adalah 3 Season serial Detektif Monk yang ada di folder Serial. Pertama saya ngerti film ini di salah satu bukunya Raditya Dika. And thats the motivation behind my willingness to see these serials.

The Defective Detective

Cerita berpusat pada pribadi Adrian Monk , mantan polisi yang berprofesi sebagai PI (Private Investigator) dan perawatnya Sharona dalam mambantu kapten polisi yaitu Kapten Sttotlemeyer dalam memecahkan beberapa kasus sulit. Yang menarik dari cerita ini adalah sang detektif Adrian Monk mempunyai lebioh dari 40 an phobia. Basiccaly, dia menderita phobia terhadap APAPUN. Salah satu yang sering diperlihatkan adalah phobia terhadap kuman. Detektif Monk sangat tidak nyaman jika harus bersentuhan dengan benda atau manusia, sehingga dia selalu membawa anti bakteri kemanapun dia pergi.

Tetapi dengan segala keterbatasannya, monk mempunyai bakat untuk melihat sebuah benda dari suddut pandang yang berbeda dari orang orang kebanyakan. Hal ini yang seringkali membawa monk untuk membantu memecahkan kasus kasus pembunuhan dan pencurian sulit yang dihadapi oleh aparat kepolisian.

Kemampuan analisis dan deduksi Monk yang sangat impresif bertolak belakang dengan ketakutannya kepada hampir semua hal membuat serial ini jadi menarik untuk ditonton. Ketakutan Monk seringkali membuat dia terjebak pada situasi situasi konyol.

Dramedy atau drama komedi ini membuat saya teradiksi sehingga menonton 7 episode berturut turut. Padahal tugas usdah meraung raung untuk dikerjakan. Kasus kasus yang dihadirkan juga sangat menarik. Misal pada suatu episode, Monk terjebak di rumah sakit jiwa yang didalamnya terdapat pembunuhan. Pelakunya yang notabene adalah kepala rumah sakit tersebut menutupi aibnya dengan berusaha membuat Monk merasa bahwa dirinya gila.

Fil ini benar benar mengasah kemampuan bedetektif ria deh pokoknya. So bagi penggemar film seri macem Heroes, Prison Break atau Avatar ada baiknya untuk melirik film ini. Menghibur sekaligus mengajak anda untuk berhipotesa ria.

Oke folks, sekian dulu review saya. Mau sholat subuh terus nonton monk lagi. Kapan ya ngerjain tugasnya ?

: P

Entry Filed under: Nice Movies. Tag: , , , , .

3 Comments Add your own

  • 1. hanggadamai  |  April 25, 2008 at 10:23 am

    ntar klo udah selese nonton filmnya pinjemin ya.. :mrgreen:

  • 2. Rafid  |  April 25, 2008 at 8:00 pm

    saya termasuk korban adrian monk, udah nonton sampe season 7

  • 3. ghaniarasyid  |  April 26, 2008 at 8:57 pm

    pinjem ya Ki’…

    hehehe

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Who Am I??

Masih mahasiswa sistem informasi ITS...

 



 



 

Click to view my Personality Profile page

 



 

Im learning hard to these



 

Download Hibernate!

 

Download Spring

 



 

I used these



 



 



 

Artikel Terbaru

Posting Laris

Kalender bro!!!

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Arsip

Kategori

Blogroll

Inspiring Blog

JavaUserGroup

NetbeansUserGroup

Open Source Movementarians

Temen temen Sistem Informasi ITS

tugupahlawan.com

Yang komen

purpleballoons di ISIT3 : Information System IT …
Kiki Ahmadi di ORM pada Java : part 2
noval78 di ORM pada Java : part 2
Kiki Ahmadi di ORM pada Java
hanggadamai di ORM pada Java : part 2